genangan lumpur yang kulalui


pertama-tama, aku ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu kepada kamu. hai aku hanyalah seorang manusia yang berusia 21 tahun, sedang menempuh semester 8, dan sedang berusaha menyelesaikan segala hal yang pelu aku selesaikan dihidupku ini. aku sulit untuk membuka diri ke orang lain dan selalu menjaga jarak dengan mereka, bukan berarti aku gak bisa ngobrol santai ya, bisa cuman ada jarak gitu aja dan sulit untuk dengan mudah berbagi dengan orang lain (justru karena itulah blog ini kubuat). 

kamu? boleh dong dijawab mungkin bisa memperkenalkan diri dengan mendeskripsikan 3-5 hal yang kamu banget:)

mengenai judul yang aku sebutkan di atas sebenarnya karena aku baru saja baca buku norwegian wood karyanya haruki murakami. jujur aku suka banget baca buku ini karena karakter tokohnya yaitu watanabe yang rasional dan memanusiakan dirinya. aku bahkan sampai gak mau cepat-cepat menghabiskan lembar halamannnya karena saking sukanya dan gak mau waktuku membaca buku tersebut cepat berlalu. btw, memang aku tipe orang yang suka baca buku bukan hanya karena ceritanya tapi karakter yang dimiliki oleh tokoh yang ada di dalam ceritanya itu bagaimana.

aku membaca bagian pemikirannya watanabe mengenai hidup yang dia jalani ini. dia merasa bahwa dalam menjalani hidupnya, dia berjalan dalam genangan lumpur. sekarang coba kamu bayangin aja, pernah tidak kamu berjalan dalam suatu genangan lumpur? atau gampangnya pernah tidak kamu liat film yang menunjukkan tokohnya sedang berjalan diatas lumpur? atau mungkin kalau bener-bener gak ada pengalaman dan gak pernah liat demikian, coba kamu amati orang yang berjalan di atas salju yang tebal di film barat. bagaimana? sekarang, bayangkan posisimu di orang itu dan berjalan. berat bukan? aku juga merasakannya, padahal sebelumnya aku jarang membandingkan diriku dengn yang lain, tapi perasaan ini muncul lagi seiring semakin dekatnya aku dengan semester 8 ini.

ya.. begitulah jalan hidup yang dilalui baik kamu dan aku juga pastinya punya masalahnya maisng-masing. mungkin aku masalah pada aspek ekonomi tapi kamu pada aspek keluargamu, mungkin orang lain pada aspek dirinya sendiri, ada juga yang sedang berjuang menghadapi lingkungannya yang toxic. semua punya masalah masing-masing. tapi pernah tidak kamu merasa ketika semua orang berada di jalan yang penuh lumpur itu, melihat kanan kirimu juga menuju tempat tertentu dan mereka jauh lebih cepat melesat ke tempat itu, pernah tidak?

begini, aku tau selama ini orang bilang bahwa "ya itu mereka, gak usah banding-bandingin dirimu dengan dirinya" ya aku tau, tapi namanya juga manusia, ada satu titik kamu merasa bahwa kenapa dia begitu sedangkan aku begini? kenapa semua orang yang aku tau semakin melaju cepat dan meninggalkan aku? dan pada akhirnya pertanyaan-pertanyaan ini menuju pada "kenapa hanya aku?" kalau dipikir-pikir aku sering mempertanyakan hal ini pada diriku sendiri dan hanya satu jawaban yang aku temukan sejauh ini. yaitu semua ini terjadi karena konsekuensi perbuatanmu sebelumnya, kamu memilih untuk demikian, kamu lebih nyaman dengan zonamu yang dulu, kamu menutup semua kesempatan yang ada dan dengan cepat menyimpulkan sesuatu, dsb. jujur saja, awal kali mempertanyakan ini aku masih menyalahkan orang lain, tapi setelah aku pikir-pikir lagi, semua ini bukan karena mereka tapi karena aku.

kamu dan masalahmu yang sekarang, juga aku dengan masalahku dan jalan yang kita lalui ini.. aku tau masih banyak genangan lumpur yang perlu kita lalui. tapi aku berharap dengan kesadaran kita masing-masing bahwa apapun yang kita lakukan sekarang pasti kan berdampak pada kita di masa depan dapat membuat kita lebih aware bahwa aku, kamu berhak untuk bahagia. tentunya kebahagiaan ini tidak dicapai dengan mudah, ada konsekuensi yang harus aku dan kamu lalui di setiap lika-liku genangannya dan tidak usah khawatir, kamu tidak sendirian, semua orang juga sama sulitnya. ingat ini ya, semangat^^

Komentar

Postingan Populer