Apakah Kemudahan Itu Nyata?
Suatu hari, Mimi dan Nini pergi ke kota Hokage untuk berlibur. Kota tersebut baru saja dilanda musibah yaitu kemalingan masal dan mengakibatkan sektor ekonominya hancur berantakan. Selain itu, warga menjadi takut untuk keluar dan saling mencurigai. Pemerintah kemudian mengambil langkah memperketat pengamanan bagi siapapun yang keluar dan masuk ke kota tersebut. Namun, karena saat ini mereka butuh untuk mengembalikan kondisi ekonominya dan warga sudah mulai terbuka akhirnya, kebijakan pengamanan lebih dilonggarkan. Mimi dan Nini sudah memastikan sebelum pergi bahwa tidak ada syarat tertentu terlewatkan sehingga, berangkatlah mereka ke kota Hokage untuk menyeruput es boba yang manisnya pas. Mereka naik kereta dan sudah memesan tiket pulang-pergi dari kota Jujutsu-Hokage dan sebaliknya. Setelah sekian jam perjalanan, mereka tiba di kota Hokage dengan lancar dan aman. Mereka juga sudah menikmati es boba yang manisnya pas dan pemandangan sekitar.
Setelah itu, mereka kembali ke kota Jujutsu. Namun, saat hendak pulang, mereka dicegat oleh seseorang yang terlihat sebagai orang yang bertanggungjawab mengenai keamanan tersebut dan menyatakan bahwa mereka tidak lolos syarat untuk menaiki kereta menuju kota Jujutsu. Mereka pun bingung. Nini marah dan tidak terima serta memutuskan untuk pergi meninggalkan orang tersebut. Mimi yang bingung berusaha menenangkan dan menyarankan untuk memenuhi syaratnya saja yaitu memandikan kucing yang garang. "Tapi aku takut" kata Nini. "Aku juga" jawab Mimi. Saat berangkat ke Hokage, mereka berdua hanya menyiapkan uang yang pas sehingga, tidak bisa memilih transport yang harganya diatas kereta. Mereka meluapkan emosi, merenung, dan berusaha untuk menerima keadaan bahwa mereka tidak bisa pulang dengan kereta selama kurang lebih 30 menit. Selama 30 menit itu juga, Nini memikirkan "Bagaimana kalau ternyata mereka tidak bisa pulang sama sekali?", "bagaimana kalau sampai malam mereka masih di stasiun ini", dan bagaimana-bagaimana lainnya. Nini juga berpikir "Kenapa ya ada saja kesulitan yang dihadapi? Capek, padahal kesini mau melarikan diri sejenak dari kesulitan."
Tidak lama, mereka mulai mencari alternatif transport yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan menemukannya yaitu dengan naik appa. Untuk bisa naik appa, mereka harus menuju ke kandang appa dan mencari appa yang akan menuju kota Jujutsu. Jarak stasiun dan kandang appa cukup jauh sehingga, butuh untuk berjalan kaki dan naik delman menuju kandang appa tersebut. Mimi dan Nini merasa lega karena bisa menemukan cara lain menuju kota Jujutsu tanpa harus naik kereta tapi juga kesal karena harus jalan. Belum lagi paparan terik matahari yang panas, menemani sepanjang perjalanan mereka menuju kandang appa. Mereka pun, berhasil menemukan appa-nya dan terbang menuju kota Jujutsu dengan selamat.
-|||-
Dalam durasi hidup seseorang pasti ada titik terendah yang mereka lalui, begitupun aku. Pernah di titik capek atau mungkin merasa tidak berguna misalnya. Emosinya masih jelas terasa sampai detik ini dan itu masa terpanjang dari sekian momen dalam hidupku. Terasa panjang karena selalu terngiang-ngiang atas apa yang terjadi, apa yang kulakukan, dimana aku berada saat itu, dsb. Seringkali kalo sudah begini, ada banyak sekali pikiran-pikiran negatif yang muncul. Contohnya: "Ya Allah kenapa ya hidupku kok sulit sekali? Sedangkan yang lain tak liat kok biasa aja?". Bahkan ekstrimnya bisa gini, "Ya Allah, katanya Engkau berikan kemudahan setiap kali ada kesulitan? Tapi kenapa hidupku rasanya sulit melulu?", dst.
Kesulitan itu suatu hal yang pasti, gak bisa kita lari darinya karena kesulitan melekat dengan kehidupan. Siapapun yang hidup pasti akan diuji. Tapi tenang, ada kemudahan yang selalu menyertai kesulitan yang kamu hadapi. Mungkin bisa kita perhatikan lagi dari kisah tadi. Mereka gak bisa naik kereta, tapi mereka bisa naik appa untuk tetap mencapai tujuan ke kota Jujutsu. Aku yakin kamu pasti pernah mengalami kemudahan-kemudahan dalam hidupmu. Contoh lain, ban bocor saat ke kampus, maka ada ojol yang siap ngantar ke kampus. Tapi ingat, kemudahan itu didapat dengan cara yang tidak cuma-cuma. Akan selalu ada hukum apa yang kamu tabur itu apa yang kamu tuai. Seperti di cerita sebelumnya, untuk naik appa Nini dan Mimi harus pergi berjalan kaki dan mencari appa yang sesuai dengan tujuan mereka. Sehingga, kemudahan disini bukan berarti mudah sekali untuk dilakukan tapi ada alternatif lain yang bisa memperlancarmu untuk tetap mencapai tujuan yang kamu mau dan alternatif lain itu juga mengandung konsekuensi dan perngorbanan tertentu.
Maka, jawaban pertanyaan kenapa hidupku sulit, jawabannya pasti karena kamu hidup. Kemudian, kenapa hanya aku, jawabannya tentu karena kita gak tau apa yang orang lain alami, rasakan, dan pikirkan saat itu. Lalu mengenai pertanyaan yang meragukan keberadaan kemudahan..
Pertama, perlu disadari bahwa untuk menemukan kemudahan juga perlu usaha, gak hanya merenungi masalah yang terjadi dan merasa hidupnya paling sulit sendiri bahkan menyalahkan orang lain. Mungkin kita juga butuh untuk merenung sejenak seperti yang dilakukan Mimi dan Nini tujuannya adalah untuk meredam emosi agar mengembalikan akal rasional kita dan menerima apa yang terjadi. Gak hanya berhenti di merenung tapi, ayo bangun, pelan-pelan diuraikan masalahnya apa. Mungkin bisa dengan mengambil buku, bulpoin atau gadget untuk menuliskannya. Saat menguraikan masalah, jangan ada persepsi bahwa ini berat, fokus pada apa masalahnya dan pemecahannya. Kalau perlu, coba diingat-ingat lagi pengalaman sukses menghadapi masalah yang kalian gak ngira bakal bisa terlewati dengan baik. Lalu mulai mencari beberapa alternatif pemecahan lainnya yang bisa kalian lakukan. Terakhir, yaa.. ayo dipecahkan.
Kedua, ini patut diwaspadai karena orang yang sedang down (perasaannya tinggi dan pikirannya rendah) biasanya mudah dimasuki oleh bisikan setan yang mengajak untuk mengingkari Allah. Kalo gini, mungkin bisa dengan mengingat-ingat lagi nikmat kemudahan yang sudah diberikan Allah ke kita apa. Selain itu, sadar akan adanya variabel setan yang bisa memberikan bisikan negatif ke kita sehingga, gak mudah meng-iyakan persepsi itu dan tambah down.
Oleh karena itu, kemudahan itu ada.. pasti ada dan nyata, sesulit apapun kondisimu, seterpuruk apapun kamu. Kalo kata iklan ojol "PASTI ADA JALAN". Tinggal kita yang mau berusaha mencarinya dan menjalankannya atau tidak. Aku berharap kita bisa segera menemukan kemudahan kita yaa, enjoy melaluinya, dan kuat-kuat hingga akhir perjalanan hidup kita.


Komentar
Posting Komentar