How To Find Your Passion


   

    Pertama-tama, disclaimer terlebih dahulu bahwa aku tau pembahasan kali ini akan sangat banyak sekali perbedaannya, antara caraku dan caramu untuk menemukan dirimu sendiri. Tapi paling tidak, dari tulisan ini aku ingin menunjukkan ada alternatif cara. Jadi, gak semua yang aku tulis disini akan sama persis dengan jalan yang perlu kalian lalui untuk mencari siapa diri kita. You know, manusia itu unik. Oiya, sebelum melangkah lebih jauh, kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan passion. Passion dalam penjelasan di buku yang ku baca (Turn Right) adalah 'hal yang kita senangi/cintai untuk dilakukan'. Sehingga, tujuan kita disini adalah menemukan jawaban hal yang kamu cintai untuk dilakukan.

    Latar belakang tulisan ini dibuat adalah karena akhir-akhir ini aku sering memikirkan beberapa pertanyaan (gak aku sebut ya, takutnya malah bikin overthinking wkwk). Hingga pertanyaan-pertanyaan ini berujung pada pertanyaan: 'sebenarnya aku ini passion di bidang apa?'. Sebenarnya, pertanyaan ini sering sekali muncul dan muncul kembali sekarang. Saat itu, aku hanya mencari secara umum dan hanya mengeksplore sebanyak mungkin apa yang mau aku lakukan di sisa waktuku. Pencarian itu terhenti karena kesibukanku dan kesulitan diriku untuk menggalih data atas diriku sendiri. Mungkin agak aneh bagi beberapa orang, "kan itu kamu sendiri yang memikirkan dan rasakan, masa gak bisa menilainya?". Iya aku tahu itu, tapi gak semuanya penilaian dari diri sendiri itu bisa objektif, kadang kecampur sama overthinking, rendah diri, ego, dsb. makannya itu agak sulit bagiku untuk menemukan sebenarnya apa yang mau aku lakukan.

    Akhirnya, aku mencoba untuk kembali menggalih data, sebenarnya siapa sih diriku ini dan apa yang mau aku lakukan? Aku tau perjalananku masih sangat panjang untuk menemukan ini dan sampai sekarang pun aku masih mencarinya. Langkah ini juga terinspirasi dari buku: Turn Right. Di dalam buku ini banyak sekali panduan-panduan pertanyaan yang membuat kita bisa merenungi, menggali data mengenai diri sendiri, dan menganalisa dimana sebenarnya passion kita. Jadi disini aku hendak sharing aja sama kalian dan barangkali kita bisa diskusi lebih lanjut ya kan? (hehe).

       Cuss!

    Pertama, hal yang paling mendasar dan harus dilakukan adalah berkomitmen pada diri sendiri, bahwa apa yang akan kamu lakukan ini akan kamu usahakan sampai ketemu titik terang, seterang-terangnya. Gimanapun situasi sulit nanti yang akan kita hadapi saat menggali dan menilai diri sendiri, kita pasti akan berusaha untuk tetap mencarinya, meskipun mungkin membutuhkan waktu yang sedikit lama (atau bahkan lebih cepat). Kalau di buku tersebut didetailkan juga apa saja kemungkinan hambatan yang kalian hadapi dan rencana strategi buat mengatasinya, serta membuat semacam surat deklarasi bahwa kita akan berkomitmen untuk mencari jawaban yang kita mau. Kalo perlu setelah buat surat ini, bisa diprint trus tempel di meja/tempat yang sering kalian gunakan untuk belajar.

    Kedua, mulai dengan pertanyaan sederhana "kamu ini orang yang seperti apa?". Eksplore seluas mungkin mengenai penilaian dirimu, bisa dari dirimu sendiri, orang terdekat yang mengenal kamu, atau bahkan para ahli seperti dari hasil tes psikotest dsb. Hal yang kamu eksplore bisa mengenai hal-hal yang kamu sukai, aktivitas yang kamu sukai, hal yang kamu merasa ahli/dinilai oleh temanmu ahli, kegiatan yang pasti kamu lakukan, kegiatan yang tanpa disuruh orang lain tapi kamu sudah melakukannya dan tanpa merasa terbebani, atau bahkan aktivitas yang membuatmu antusias dan sering lupa waktu saat melakukannya. 

    Ketiga, bandingkan hasil dari masing-masing penilaiannya, kemungkinan besar kalian akan menemukan hal-hal yang konsisten muncul mengenai diri kalian sendiri, entah menurut penilaianmu sendiri, menurut penilaian orang terdekat yang mengenalmu, atau bahkan penilaian para ahli. Tandai hal yang konsisten muncul itu dan coba kita hayati lagi dengan pertanyaan ini "apa yang bisa aku lakukan dan berikan dengan hal tersebut, dan apakah aku benar-benar menyukainya dibandingkan dengan yang selainnya?". Bisa jadi hal yang konsisten muncul ada beberapa maka, coba tandai yang paling sering muncul dari beberapa penilaian itu dan kembali tanyakan pada diri sendiri seperti pertanyaan sebelumnya. Dari langkah ini, kemungkinan besar kita sudah menemukan hal mendasar apa yang kita sukai contohnya: menganalisa/mengamati suatu hal/mendengarkan dsb.

    Gimana? Sudah mulai menemukan titik terang? Untuk yang masih belum menemukan titik terang, tidak masalah kita bisa mulai dari awal lagi. Masih ingat komitmen sebelumnya kan? Coba tanyakan lagi pada diri sendiri kamu ini orang yang seperti apa, baca/dengarkan lagi penilaian orang lain terhadap kita seperti apa. Kemudian analisa mana yang paling konsisten muncul dari keseluruhan penilaian dan tandai.

    Mungkin saat melalui langkah ketiga akan mulai muncul keraguan-keraguan seperti "mampukah aku  disini?" "aku merasa tidak mampu disini" dan sejenisnya.

    Mengenai hal tersebut, aku ingin mengajak kalian mengamati apa yang dilakukan tokoh utama dari film yang berjudul Whisper Of The Heart, dari studio ghibli. Dari film itu, kita bisa melihat upaya Mbak Tsukishima untuk mencari passion dan membuktikan apakah dia benar-benar passion dan mampu disini. Saat Dia menyerahkan hasil karyanya ke Kakek Pemilik Toko (lupa), Dia mendapatkan masukan dan menurutku ini sangat penting kita camkan pada diri kita masing-masing. 

    Pada intinya Kakek tersebut berpesan bahwa: 

Kita sudah menemukan setitik cercah berlian dari dalam batu yang ada pada kita. Di awal, tentu berlian itu masih kasar dan tidak sepenuhnya terlihat karena masih tertutup dengan batu. Kalau kita mau berusaha untuk memolesnya pelan-pelan, pasti berlian tersebut akan keluar dengan sepenuhnya, dan kita bisa melihat secara menyeluruh betapa indahnya berlian itu.

    Sehingga jawaban dari pertanyaan "mampukan aku disini?" adalah selama kita berusaha untuk melatihnya, memperbaiki diri terus menerus, dan bersabar, aku yakin kita semua bisa ahli di hal yang kita passion-in. Jadi, hilangkah jauh-jauh bahwa kita tidak mampu dan mulai fokus pada melatih diri sendiri untuk meningkatkan keahlian tersebut. 

    Mungkin itu dulu yang bisa aku sharingkan, gak banyak tapi semoga bisa membantu. Aku yakin masing-masing dari diri kita memiliki berlian indah yang menunggu untuk dikeluarkan dari tumpukan batu dan tanah. Oiya jangan lupa nonton dan baca buku yang aku mention di blog ini ya, dari sana banyak hal yang bisa kita pelajari dan ambil hikmahnya.

Komentar

Postingan Populer