Cermin

    

    Aku punya beberapa teman dekat (sangat bisa dihitung sama jari). Kita bener-bener deket dan sering menjadi sandaran untuk satu sama lainnya. Kadang kalo gak ketemu, jangankan seminggu, tiga hari aja udah gak mampu! haha. Kita emang sesering itu untuk ketemu. Sekedar menanyakan kabar, cerita tentang kerjaan, keluarga, pasangan, bahkan random ngobrolin tentang senjata tanaman yang ada di plants vs zombie. Kami bebas mengekspresikan apapun dengan jujur satu sama lain dan tidak memaksa untuk menceritakan segalanya. Karena bagiku, waktu sama mereka itu adalah waktu yang berharga untuk bahagia. Sisanya? kita sudah berkali-kali hancur oleh kenyataan dan masalah yang terjadi, jadi biarlah waktu bersama itu bisa menjadi tempat menyembuhkan bersama.

  Jujur dengan keberadaan mereka, aku bisa lebih ringan (selain atas adanya keluargaku) buat ngejalanin semuanya. Siap tempur lagi sama semua yang ada di depanku. Oleh karena itu, kadang kalo ada masalah, aku gak ragu untuk menceritakan apa yang terjadi. We have each other, sehingga harusnya aku gak merasa kesepian lagi saat berada di dunia ini. Tapi nyatanya, perasaan lonely itu tetap ada. Sekalipun aku punya keluargaku, ponakanku yang lucu, dan temanku, perasaan kesepian itu masih ada dan kadang muncul tanpa terduga-duga.

    Kalo perasaan kesepian itu muncul, gak banyak yang bisa kulakukan selain ngescroll sosial media. Segala macam sosial media yang membuatku betah untuk menikmati konten-kontennya. Tapi kadang aku juga jenuh dan berakhir dengan tidur. Setelah bangun? yahh.. seperti biasa, kadang perasaan itu hilang, kadang gak. Sebenarnya ada banyak opsi yang kulakukan saat perasaan itu muncul, maybe next time aja yaa aku ceritain. Opsinya ada banyak, mulai dari yang bermanfaat sampai yang gak memberi manfaat sama sekali haha.

    Ok, balik lagi

    Dari seringnya muncul perasaan kesepian itu, aku agak merasa buruk ke teman ataupun keluargaku. Kemungkinan besar kalo aku ada di posisi mereka, pasti aku bakal bilang gini "loh kan ada aku?" "loh kenapa kamu gak cerita?" "trus aku ini buat apa?". Oleh karena itu, aku mulai bertanya-tanya, kenapa ya meskipun disekeliling kita itu ramai, kita tetep aja ngerasa kesepian? Padahal orang di sekeliling kita itu, orang yang emang kita cintai, kenapa kok gitu? Kalo dipikir-pikir juga, kadang ada toh pasangan yang bahkan sudah saling komitmen untuk setia menemani sampai akhir hayat, tapi nyatanya mereka juga masih merasa kesepian.

    Kenapa?

    Satu hal yang aku temukan adalah :

    Merasa kesepian itu hal yang wajar dan pasti akan kita alami. Ada masanya dan punya tingkat kesepiannya masing-masing. Kenapa? Karena manusia punya pikiran dan perasaannya masing-masing, fokus masalah kita bisa jadi berbeda-beda dan itu cukup menguras energi kita. Efeknya, kita lebih memilih untuk mengisolasi diri kita agar ada ruang lebih untuk memecahkan masalah itu dan mengembalikan diri kita. Selain itu, gak semua masalah bisa kita sharingkan ke orang lain. Oleh karena itu, ada masanya kita mengisolasi diri, baik dengan keluarga, teman, dsb. Proses mengisolasi diri inilah yang sering bikin aku (mungkin juga kamu) merasa bahwa kita tuh sendirian di dunia ini.

    No one loves me how hard iam trying to survive in this cruel world.

    Singkatnya tuh kita sendiri yang ngisolasi diri dari sekeliling kita, tapi kita juga yang ngejudge bahwa sekeliling kitalah yang gak menghiraukan kita. Come on! ini salahmu sendiri ya kan? kenapa kamu gak reach out sekelilingmu dan sekedar meminta mereka untuk menemani sebentar saja di sampingmu? kenapa kamu malah menyalahkan mereka atas ulahmu sendiri? Salahnya lagi, ketika proses mengisolasi diri itu adalah aku terlalu lama membiarkan diri ini terisolasi dan malah menengok hal-hal yang bikin aku overthinking. Apa contohnya? 

  1. Ngescroll postingan di sosial media, tanpa tahu apa sebenarnya yang sedang dilihat. cuman wasting time gitu aja. Jempol gerak, tapi isi di otak kosong, gak ada apa-apanya. Ini sangat ngebuang waktuku untuk menyelesaikan apa yang seharusnya aku selesaikan. Tapi seringkali aku terjebak disini.
  2. Ngeliat postingan-postingan di sosial media yang bikin aku ke-trigger dengan masalahku dan akhirnya malah bikin aku overthinking. Aku gak bisa cerita spesifik tentang hal ini, tapi aku yakin kalian pasti pernah ngalamin ini kan? Padahal apa yang kita lihat di sosial media itu gak semuanya benar kan ya? Jujur, sekarang aku lebih suka langsung buka eksplore kalau main di sosial media ingtrm haha.

    Semua hal yang membuat aku semakin merasa kesepian adalah sosial media. Memang kita gak bisa sepenuhnya menghindari sosial media karena nyatanya mereka bisa membawa dampak positif atas kemudahan komunikasi kita saat ini. Tapi ya gitu, kita harus pinter-pinter ngatur gimana caranya agar kita gak jadi 'budak teknologi' dan sangat bergantung pada mereka.

    Oleh karena itu, beberapa hal utama yang perlu dilakukan saat muncul perasaan lonely :

    Pertama, sadari bahwa perasaan tersebut adalah wajar. Semua manusia pasti mengalaminya dan it's ok to feel that way. Kenapa ini penting? karena langkah ini bisa membuat kita bisa lebih legowo akan kondisi diri yang memang sedang kesepian dan bisa lebih mantap untuk lanjut melakukan pemecahannya, gak galau-galau lagi "kenapa aku kesepian?" "apa hanya aku yang ngerasa kesepian?" dsb.

    Kedua, rehat dulu dari sosial media. Apapun yang akan kita lakukan untuk mengalihkan fokus kita dari masalah boleh kita lakukan, tapi jangan sekali-kali milih alternatif membuka sosial media kecuali yang sifatnya hanya chatting saja. Kenapa? karena sosial media menyediakan banyak sekali konten yang bisa membuat kita ke-trigger atas masalah yang sedang kita hadapi atau bahkan konten yang membuat kita semakin merasakan kesepian. Gak masalah sesekali untuk mengeceknya, tapi jangan terlalu lama.

    Ketiga, reach out orang sekeliling kita dan ciptakan momen yang memberikan kehangatan. Siapapun itu, terutama yang bisa memberikan kita kehangatan ya, karena dari sini kita bisa sadar bahwa kita gak sendirian ngadepin itu semua. Ada mereka di sekeliling kita yang juga berjuang, ngesupport, dan ada di sini bersama-sama ngadepin dunia ini juga.

Pernah ya, suatu hari aku tuh lelah dan pulang kerja seperti biasanya melalui jalan favorit di daerah rumahku. Aku suka lewat sana karena banyak pohonnya, sehingga sejuk. Di sebelah kanan jalan ada sekolahan paud dan aku memang sering melihat anak-anak keluar masuk dan lari-larian di sekitar sana. Aku pulang lewat sana seperti biasanya. Di depanku ada sedikit kemacetan dan aku heran ada apa? perasaan jalannya tadi cukup sepi, depanku gak banyak kendaraan yang lewat, tapi kok sampai agak macet? Aku bener-bener gak sadar ternyata ada segerombol ibu-anak di samping kanan dan kiri jalan. Di sebelah kiriku tepat, ada anak kecil yang digendong ibunya ngeberhentiin aku sambil ngasih plastik yang berisi makanan. Ibunya sambil ngarahkan anaknya untuk ngasihkan itu ke aku. Waktu itu aku bener-bener kaget dan gak sadar kalau itu maksudnya adalah hendak berbagi ke aku. Tangan posisi siap ngegas untuk lanjut jalan, tapi pas liat adegan itu, i feel warm. Aku langsung berhenti, senyum, dan bilang terima kasih ke adik yang sedikit ketakutan itu (haha). Sepele sih, tapi aku merasa diperhatikan oleh sesama, dipedulikan, dan aku jadi ingat bahwa aku punya ibuku yang selalu memberikan kehangatan melalui apa yang dia lakukan.

    Maka, kita perlu menciptakan momen itu agar perasaan kesepian itu menjadi lebih berkurang daripada sebelumnya. Cukup keluar dan interaksi saja sama orang-orang di sekliling kita. Gak sulit rasanya, mungkin sekedar tanya arah jalan, senyum, membukakan pintu untuk orang yang ada di belakang kita, berterima kasih, dsb. 

    Tiga hal itu merupakan hal basic yang perlu kita lakukan saat kesepian itu datang. 


    Gak banyak yang bisa aku sampaikan, cuman aku pingin kita bisa sama-sama sadar dan menerima bahwa perasaan ini tuh wajar dan bisa kita lalui. Aku juga ada disini, sama kayak kamu, berjuang ngadepin semuanya juga. Jadi, jangan pernah merasa sendiri lagi yaa... jangan lama-lama isolasi dirinyaa, kasian sama diri sendiri ;)

Komentar

Postingan Populer