WHEN I FEEL THE MOST GUILTY IN MY LIFE (SO FAR)

Manusia tuh makhluk yang sangat dinamis, dari segi apapun. Termasuk dalam hal spiritualitasnya (gak mau munafik). Tulisan ini dibuat dengan sejujur-jujurnya berdasarkan pengalaman penulis, mungkin ada beberapa hal detail yang gak aku ceritakan karena sejujurnya aku juga malu. 

Sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita umat muslim untuk ibadah sholat 5 waktu meliputi : subuh, dhuhur, ashar, maghrib, dan isya. I've been gak sholat di salah satu atau duanya dalam 1 hari itu. Rasanya gimana? jujur gak enak banget! aku merasa jadi orang yang gak utuh dalam menjalani hari-hariku. Perasaan bersalah itu selalu menghantui. Kata-kata : "kamu gblk banget", " mau sampe kapan kamu kayak gini terus?", "sok banget sih kamu" dsb. itu terus muncul di kepala. Semuanya terasa sia-sia dikerjakan di hari itu. Sampai akhirnya, aku berusaha untuk menjalankan rutin kelima-limanya, syukur-syukur bisa 6-7 (include dhuha dan tahajud).

Yang paling penuh tantangan menurutku adalah bangun untuk sholat subuh (4-5 pagi). Selama 24 tahun aku hidup, aku pernah mengalami bisa rutin bangun dan sholat shubuh dan gak rutin untuk melakukannya. Lagi dan lagi aku merasa tidak utuh sebagai sosok manusia.  Itu sulit karena posisinya saat masih dalam kondisi tidur yang pulas, kita diminta untuk segera bangun, bebersih diri dan sholat. Belum lagi ketambahan suasana yang nyaman dan sejuk saat fajar itu membuat kita lebih mudah untuk jatuh dan tertidur lagi. Untuk konsisten menjalankan hal ini tingkat kesulitannya bagiku adalah 60-70%. 

Pernah suatu waktu aku bisa terus untuk konsisten menjalankannya utuh, lalu di bulan berikutnya hampir 1 bulan itu aku kesulitan untuk menjalankannya lagi. Hal ini karena jam tidurku yang berubah setelah mens. Kalau diingat-ingat lagi, saat itu rasa penyesalan masih banyak bergemuruh di kepalaku. Namun, karena aku sudah terlanjur kecewa dengan kemampuan diri yang seperti ini, aku jadi semakin jauh dengan-Nya. Aku malu dan merasa tidak pantas karena sudah tidak bisa menjalankan ibadah wajibnya yang satu ini. Hingga, ibadah sholat itu hanya suatu gugur kewajiban saja bagiku, tidak ada proses penghayatan di dalamnya, tidak ada lagi deep talk dengan-Nya. Aku merasa jauh sekali dan perasaan bersalah masih terus menyala dan semakin membesar.

Suatu hari aku putuskan untuk membuka kembali ayat-ayatnya. Aku mengaji dan mencoba untuk memahami apa yang sedang aku baca. Kebetulan sekali aku membaca suatu ayat yang artinya kurang lebih begini : "Rahmat Allah itu luas, mintalah dengan rendah diri dan lembut maka Allah akan mengabulkannya." Dari sana, aku mulai yakin bahwa, aku masih bisa kembali, memohon pertolongan padanya, dan benar-benar memposisikan diriku sebagai orang yang memohon kepada Tuhannya. Aku berdoa dan mencoba untuk tidur lebih awal lagi.

Besoknya, aku bangun dan benar-benar bisa menjalankan sholat subuh. Suatu keajaiban yang benar-benar terjadi, batinku. Selama satu hari itu, aku merasa tenang karena sudah pasti bisa menjalankan keseluruhan ibadah wajibnya. Aku merasa utuh, aku merasa tenang dan damai.

Besoknya lagi aku bisa terus konsisten bangun pagi dan menjalankan ibadahnya. Pernah suatu pagi saking nyamannya aku memutuskan untuk kembali tidur, tapi Allah mengingatkanku melalui mimpi. Mimpi itu berisi cerita bahwa aku ketiduran untuk menjalankannya lagi dan rasa penyesalan itu terus menerus terngingang-ngiang di kepalaku selama satu hari itu, hingga akhirnya aku terbangun dan menyadari bahwa itu semua hanya mimpi belaka, aku masih bisa sholat.

Gak banyak sebenernya yang mau aku sampaikan dan agak memalukan juga sebenarnya cerita ini karena dengan ini kalian para pembaca tahu bahwa aku pernah tidak patuh menjalankan perintah-Nya. Tapi menurutku cerita ini patut aku bagikan ke kalian karena ada beberapa hal yang bisa kalian ambil hikmahnya, bahwa :

  • Tingkat spiritualitas manusia itu dinamis, gak ada yang terus menerus lurus. Manusia memang diciptakan demikian. Tapi siapa yang kembali lagi pada kebenaran akan mendapatkan rahmat dari Allah berupa pengampunan, taubatlah dan minta dengan sungguh-sungguh.
  • Dengarlah hati nuranimu! ketika kau melakukan kesalahan, pasti dalam dirimu tahu kan kalau apa yang kamu lakukan itu salah? ya kan? ya kan? Dengar mereka, karena itu juga merupakan salah satu rahmat dari-Nya berupa peringatan. Hal ini agar kita bisa segera sadar dan berusaha untuk kembali lagi.
  • Ingat sekali lagi bahwa rahmat Allah itu luas! luas sekali! bahkan kita gak bakal bisa ngebayangin seluas apa itu. Sehingga, jangan pernah menyerah dan coba untuk terus kembali pada jalan kebenaran. Tenang ada Allah yang selalu membantu kita dengan segala cara yang dia punya.
  • Mintalah sesuatu kepada-Nya dengan benar! Maksudnya gimana? jadi gini, posisinya kalian ini hamba dan Dia adalah Tuhan, yang maha atas segalanya. Jadi bagaimana rangkaian doa kita harus mengikuti paradigma ini, termasuk posisi kita saat meminta. Kita sendiri pasti bisa menilai mana permintaan yang sungguh-sungguh dan mana yang tidak sehingga, mintalah dengan sungguh-sungguh, Allah Maha Mendengar.
  • Keep trying! apapun yang terjadi, selalu nyoba untuk menjalankan sunnatullah jalan keluarnya. aku yakin dengan doa dan usaha yang kita lakukan, pasti Allah akan mendengar dan mengabulkan doa-doa kita.

Last thing, aku bukan orang yang suci seperti yang kalian pahami, tapi aku selalu berusaha untuk mendengarkan hati nuraniku bahwa aku ini sebagai hambanya memang sudah sewajibnya menjalankan perintah dan menjauhi larangannya. Gak pernah terpikirkan olehku untuk ngeshare cerita ini di blogku karena sebenernya ini termasuk hal yang memalukan bagiku (>.<). But, aku yakin di luar sana pasti banyak juga yang mengalami struggle yang sama sehingga, kuputuskan untuk ngepost ini.

Jangan menyerah ya!

Selamat berjuang.


Komentar

Postingan Populer