Re-read My Journal
| mine :) |
Ada satu ritual yang menurutku sangat membantu ketika aku merasa tersesat: re-read all of my journals. Ada kalanya dalam periode tertentu kita pasti kita ngerasain yang namanya 'feeling lost or losing myself'. Bro, kita hidup di dunia ini +/- 60 tahun, bayangin aja udah berapa banyak waktu yang kita habiskan di dunia ini? Belum lagi ujian yang datang pasti banyak memporak-porandakan pikiran dan perasaan kita. Sehingga, sering kali kita merasa hilang, lupa akan diri sendiri, lupa sama tujuan, lupa dengan hal prioritas kita di dunia ini untuk apa.
Kadang saking peliknya pikiran dan perasaan, belum lagi kena fisik yang nge-down juga, masalah ini tuh sering aku tinggal a.k.a kubiarin. Misalnya: kutinggal tidur (hehe). Tapi gak lama, pasti bakal muncul lagi nih masalah dan ganggu juga! Mana enak sih ada masalah yang terus-terusan ganggu kamu berhari-hari bahkan berminggu-minggu?
Saat itu semua terjadi hal yang paling sering aku lakukan adalah membaca kembali jurnal-jurnalku. Bahkan ada jurnal favorit yang selalu bikin aku kembali lagi untuk membacanya.
Why that's journal be my fav journal?
Karena di tahun itu tuh lagi banyak-banyaknya masalah, dibandingkan tahun-tahun sebelum dan sesudahnya. Baaaaanyaaak banget yang harus dipikirin, mulai dari masalah perkuliahan, keluarga, hubungan pertemanan, dsb. Pressure yang kurasakan di tahun ini tuh lebih berat. Sering stress, sakit kepala bisa tiap minggu. Lebay ya? hehe, tapi ya gitu kenyataannya.
Trus apa sih yang kudapat dari proses membaca kembali jurnal terdahuluku? Kok mau-maunya kamu membuka luka lama dan ngerasain lagi sesaknya dadamu?
Pertama, aku jadi ingat untuk lebih mencintai diriku sendiri <3
Pas baca hal-hal yang gak mengenakkan di tahun-tahun sebelumnya, aku sadar bahwa aku sudah berupaya yang terbaik untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Mulai dari waktu, tenaga, pikiran, semua teroptimalkan untuk memecahkannya, hingga aku bisa berada di posisi saat ini. Aku udah berjuang sesusah payah itu dan berhasil! bukankah aku layak untuk mendapatkan cinta, apresiasi, dan terima kasih? paling tidak dari diriku sendiri?!!
Ini langkah awal yang baik saat kita feeling lost kayak gini karena kecenderungan sikap yang muncul adalah membenci diri sendiri. Pertanyaan-pertanyaan kayak: "kamu tuh gimana sih masa bingung lagi?", "kamu tuh ngapain aja sih kok masalah kayak gini gak beres-beres?", "dasar gak becus!", sering muncul di kepala. Dengan sadar bahwa kita butuh untuk mencintai diri, pertanyaan-pertanyaan ini bisa tersingkirkan dan kita bisa fokus ke problem selanjutnya.
Kedua, aku jadi bisa membuka kembali rak harapanku, dimana semua impianku tersimpan.
Mulai dari apa yang aku inginkan untuk kedepannya, alasan kenapa aku menginginkannya, dan gambaran kasar mengenai apa yang harus aku lakukan. Dari semua itu aku bisa menimbang kembali apakah aku masih menginginkannya sekarang? bagaimana posisiku sekarang? lalu dengan posisiku yang sekarang aku harus bagaimana untuk mencapainya lagi.
Paling tidak, kita punya pegangan mau jadi seperti apa kita menghabiskan waktu kita. Masih ngerasa feeling lost? I bet for now no! karena kita udah punya gambaran kasar (paling tidak) untuk dijadikan pegangan kembali dalam hidup.
Ketiga, aku jadi ingat pertimbangan yang sudah kulakukan saat aku mengambil keputusanku sebelumnya (
GAK ADA LAGI PENYESALAN!).
Seringkali aku tuh menyesali beberapa hal yang sudah aku lakukan sebelumnya, hingga berujung pada keadaan diriku yang sekarang. You know? Apa yang kamu tabur itu apa yang kamu tuai!
Contoh simpelnya: kenapa aku dulu ambil jurusan ini bukan jurusan itu? Dari tulisan jurnal kita sebelumnya, kita jadi bisa nge-recall apa aja sih pertimbangan kita saat itu sehingga, semua keputusan yang sudah kita ambil tuh emang yang terbaik untuk kita. Contoh lain: keputusan untuk meng-cut off seseorang dalam hidup kita. Setelah baca ulang jurnal kita yang dulu, emang ada banyak sekali hal-hal negatif dari orang tersebut yang mempengaruhi kita.
Sehingga, pertanyaan-pertanyaan penyesalan yang sering muncul saat feeling lost terjadi tuh bisa langsung terhempas HUSH! gitu dan pelan-pelan kita jadi terbuka dan ingat kembali bahwa keputusan yang udah kita ambil sebelumnya memang sudah tepat.
Keempat, bisa lebih mensyukuri apa-apa yang sudah aku terima dari Allah SWT.
Dari beberapa tulisanku aku menyadari bahwa di tahun-tahun sebelumnya aku sempat mengalami stress karena tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, aku juga sempat stress dengan tuntutan skripsi yang harus segera aku selesaikan, dsb., semuanya terekam jelas. Lalu aku bandingkan dengan diriku yang sekarang, apa-apa yang aku khawatirkan itu sudah berlalu, aku sudah mendapatkan apa yang aku mau. Padahal dulu sempet mikir sulit banget, rasanya gak mungkin syukur alhamdulillah semua doa-doaku terjawab.
Selain itu, kalo dibaca-baca lagi aku jadi sadar bahwa sepanjang hidupku,
Aku tuh gak melulu ada di mode suffering!Kadang aku ada di mode flat (biasa aja), kadang ada di mode sedih se-sedihnya, kadang juga bahagia bahkan dari hal-hal simple seperti matahari, buku. Aku jadi inget untuk bersyukur atas kondisiku dan sadar bahwa hidup tuh gak melulu ada di bawah, kadang di tengah, dan kadang juga ada di atas.
So, it'll pass!
-
Jurnal bagiku adalah hal penting untuk dilakukan, karena dari sana seluruh hal mulai dari isi kepala, perasaan semua terpampang jelas. Kalau aku membaca lagi, seolah-olah aku bisa kembali dan merasakan lagi apa yang sudah berlalu itu lalu mengambil hikmah darinya. Bukan hanya sebuah foto atau video yang hanya menunjukkan kedirian kita dan hal yang sedang kita lakukan. Tulisan lebih jelas dan memberikan deskripsi seutuhnya tentang diriku.
Kalau punya kekuatan untuk kembali ke masa lalu, aku mau ngingetin diriku yang dulu untuk segera menulis jurnal, agar aku juga punya rekaman utuh mengenai diriku di masa SD, SMP, dan SMA.
I wonder what was the most stressful for Novia as a Junior High School hehe.
Kalian juga ngejurnal gak? Udah pernah nyoba baca kembali jurnal kalian dulu gak?
Buruan baca! Seru tau!

Komentar
Posting Komentar