Dari Aku Untuk Aku
Aku habis baca buku Metamorfosis dari Franz Kafka. Jujur aku penasaran baca buku ini karena katanya ceritanya aneh, seseorang yang tiba-tiba berubah bentuk jadi sosok lain yang bukan lagi manusia. Aku penasaran kok bisa berubah begitu? belilah aku yang dari penerbit kakatua. I don't have any perception tentang penerbit ini, aku bener-bener kayak anak kecil yang buta arah kalo ditanya tentang buku. Tapi karena itu aku jadi bisa lebih menikmati buku dan bebas eksplore kemanapun buku yang aku mau. Later i found out bahwa ternyata ada problem tertentu dari penerbit ini, cuman aku kurang tau endingnya gimana dan apakah sudah terselesaikan.
Terlepas dari rumor yang berkembang itu, aku enjoy banget baca nih buku. It turns out amazing story for me. So here i'am sharing what i think and feel about this book to you.
Ceritanya berawal dari Gregor Samsa yang tiba-tiba suatu pagi terbangun dengan kondisi tubuh yang aneh. Tubuhnya berubah, dia sulit menggerakkannya, dan hal yang paling mudah dia lakukan adalah hanya berbaring di atas kasur. Sayangnya pagi itu Gregor harusnya berangkat kerja, tapi karena dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya dengan mudah dia akhirnya hanya berbaring disitu sambil beradaptasi dengan tubuhnya yang baru. Tak lama rumah menjadi heboh karena seluruh orang rumah mulai dari Bapak, Ibu, dan Adik Gregor berusaha membangunkannya untuk berangkat kerja, bahkan Orang HRD dari tempat kerja Gregor pun datang untuk membangunkannya. Tidak kunjung mendapatkan respon dari Gregor, si HRDnya pun menyatakan bahwa dia akan melaporkan ini kepada atasannya. Keluarganya saat itu kecewa juga dan merasa Gregor lepas tanggung jawab dari pekerjaannya.
Pada akhirnya mereka tahu bahwa Gregor berbeda, mereka juga memandangnya dengan jijik dan ogah. Karena tidak ada yang bekerja lagi di rumah (Gregor tulang punggung keluarga) akhirnya satu per satu dari mereka bekerja. Hingga pada akhirnya mereka merasa keberadaan Gregor sudah tidak ada gunanya lagi, mereka pun siap untuk mengusirnya. Namun, tanpa upaya untuk mengusirnya pun ternyata Gregor sudah meninggal duluan dan keluarganya merasa lega akan hal itu, bahkan mensyukuri kondisinya setelah Gregor bermetamorfosis.
At the end aku juga merasa lega dan bersyukur atas metamorfosis yang dialami Gregor, karena diriku sendiri pun menghendaki adanya perubahan pada ku, kalo bisa milih sih jadi batu haha! Kidding. Aku ikut lega untuk Gregor karena selama ini dia sudah bertanggung jawab dengan baik untuk keluarganya dan sekarang, setelah metamorfosis ini, Gregor berhak untuk bebas dari itu semua. Now it's just dia untuk dia sendiri.
As a sandwich generation, aku sedikit mengerti apa yang dirasakan Gregor ketika dia mengetahui bahwa dia sudah berubah. Ingin menikmati waktu sendiri lebih lama daripada biasanya. Tanpa huru hara keluarga, just lay in bed, liat pemandangan di luar jendela, menikmati semilir angin yang berhembus. As simple as that.
Soon ya, someday!

Komentar
Posting Komentar